Rabu, 06 Februari 2013

Tips Lulus Soal Sikotes

Tips lulus dan contoh soal psikotes merupakan komponen kata yang memiliki pembahasan yang berbeda yaitu tips lulus psikotes dan contoh soal psikotes. Namun saya akan mengkolaborasikannya, sehingga memudahkan Anda untuk memahami postingan ini, dan saya harapkan nantinya setelah Anda membaca tips dari postingn ini, Anda dapat menyiapkan diri sebelum melakukan psikotes sehingga kemungkinan anda lulus psikotes itu berpeluang besar.

Berbeda dengan tes potensi akademik/TPA, psikotes pada umumnya lebih cenderung kepada tes kepribadian jadi disini tidak ada yang bodoh atau o'on. Karena didalam penilaian psikotes bukan seperti penilaian saat kita mengerjakan soal waktu sekolah atau waktu kuliah dulu, akan tetapi yang menjadi penilaian dalam psikotes adalah sejauhmana kepribadian Anda dan kecocokan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Jadi bisa saja orang yang dulunya tidak begitu pintar dalam perkuliahan mengalahkan temannya yang pintar dalam psikotes ini.

Phsicology Test/Tes Psikologi sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh seperti yang disebutkan diatas tadi, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3 koma dan berpengalaman sebagai asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Oleh karena itu saya akan memberikan beberapa tips yang akan di-share berikut ini, diharapkan mampu membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda:


Contoh dan tips mengerjakan soal psikotes


1. Tes Logika Aritmatika

  • Tes ini terdiri atas deret angka, yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. Tipsnya:
  • Jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat.
  • Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur. Contoh:

16 8 4 2 1 1/2 … …
Pola jawabannya: Setiap angka dikali 1/2 maka lanjutan dari deret tersebut : 1/4 1/8 ... ...

45 15 18 6 9 3 … …
Pola jawabannya:
n:3 n+3 n:3 n+3 ... ....


2. Tes Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Penilaian yang di ukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (berbentuk gambar) dengan melakukan prediksi berdasarkan pola gambar tersebut:

Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.


3. Tes Analog Verbal (Analog Verbal Test)

Tes ini biasanya terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Sistem penilaian dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.

Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama.

Contoh soal tes analog verbal:

boncel ><......
a. lugu d.besar
b. aneh e. kecil
c. bagus

Pola menjawab soal tes analog verbar seperti berikut ini:

boncel = kecil
jadi, antonim dari kecil adalah besar


4. Test Kraepelin/Pauli

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai atau karyawan diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang dinilai dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tipsnya :

  • Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik.
  • Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.
  • Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami.
  • Pusatkanlah fokus pikiran Anda dalam mengerjakan test ini, jangan memikirkan hal-hal lain seperti kejadian menggelikkan tadi malam bersama kekasih Anda :D. Karena jika sedikit saja Anda lari dari fokus Anda, hal ini akan mengganggu konsentrasi, sehingga dapat melambatkan pengisian angka dalam test.


Karena pembahasan mengenai tips lulus dan contoh soal psikotes ini masih panjang, yang tidak memungkin bagi saya memposting secara keseluruhan pada postingan ini, maka saya membaginya dalam 3 bagian. Untuk itu saya menganjurkan kepada Anda agar membaca seri berikutnaya. Karna didalam seri berikutnya masih ada soal-soal psikotes yang sering keluar ketika Anda nantinya menghadapi ujian psikotes pada perusahaan yang Anda lamar. Kunjungi Blog-Blog Luar Biasa di baah ini.

  • Onlain Yang bermafaat
  • Onlain Untung
  • Mimpi Indah Ku
  • Kumpullan Motifasi Bisnis Onlain
  • Lowongan Pekerjaan
  • Mau Jadi Raja Onlain Langsung Ke TKP aja
  • Perjalan Pulang
  • Uang Adalah Raja
  • Seksi
  • Cara Cepat Melunasi Hutang Dalam 3 Bulan
  • bosan dengan BP7
  • Jalan Menuju Kesuksesan
  • Selasa, 05 Februari 2013

    Tips Menghadapi Tes Wawancara

    Dalam proses perekrutan tenaga kerja baru oleh sebuah perusahaan baik itu BUMN ataupun perusahaan swasta, wawancara kerja merupakan salah satu tahap yang harus Anda lalui. Biasanya proses wawancara ini meliputi wawancara HRD kemudian dilanjuti oleh wawancara User atau petinggi perusahaan yang Anda lamar, misalnya kepala direksi dan kepala bagian devisi tertentu.
    Pada umumnya wawancara kerja ini merupakan proses perekrutan tahap ke tiga setelah proses sleksi Administrasi atau surat lamaran dan berkas, kemudian dilanjuti dengan psikotes, dan setelah itu jika anda lulus akan dilanjuti dengan proses wawancara kerja atau interview. Akan tetapi mungkin saja berbeda dalam proses perekrutan, tergantung oleh kebijakan serta aturan yang berlaku pada berusahan mengenai proses perekrutan tenaga kerja baru.

    Proses menghadapi wawancara sering sekali begitu menegangkan bagi orang yang baru terjun dalam dunia kerja, setelah lulus dibangku sekolah menengah atas atau perkuliahan. Begitu juga dengan saya, saat pertama kali menghadapi wawancara kerja disalah satu perusahaan swasta. Ketika itu saya masih lugu (lutung gunung kali ya :D) dan belum banyak referensi serta kiat dalam menghadapi interviewer pada saat wawanca, sehingga kegagalan itu saya alami. Namun seiring waktu dan belajar dari kegagalan, saya menemukan tips yang akan saya sampaikan kepada Anda agar sahabat Super-Bee tidak mengalami kegagalan yang pernah saya alami.

    Sebelum saya menyampaikan tips ini, mungkin saja sahabat Super-Bee ada yang sedang menunggu untuk proses psikotes atau lagi mencari referensi contoh surat lamaran kerja. Untuk itu saya merekomendasikan artikel dibawah ini untuk Anda baca.

    1. Contoh Soal Psikotes Bagian 1
    2. psikotes
    3. Tips dan Contoh Surat Lamaran Kerja
    4. 10 Rahasia Surat Lamaran Kerja
    5. Tips Lulus dan Contoh Soal Psikotes
    6. Proses Seleksi ODP Bank Mandiri
    7. Tips Melamar Kerja Secara Online
    8. Tips dan Contoh Daftar Riwayat Hidup
    9. Tips Melamar Kerja di Pertamina
    10. Tips Lulus Tes Kesehatan-Medical Check Up
    11. 7 Tips Sukses Jadi Anak Baru di Kantor
    12. Cara Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja 
    13. Sebelum wawancara ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan lakukan diantaranya yaitu :

      • Pakaian : pilihlah pakaian yang formil dan sewajarnya serta pakaian yang berwarna terang akan tetapi tidak norak, pakaian yang gelap memiliki penilaian yang negatif oleh interviewer (pewancara). Untuk pria, Anda dapat menggunakan pakaian lengan panjang warna putih, cream, ungu, biru muda atau kemeja yang motifnya garis dan jangan sesekali memakai celana yang berbahan jens karena tidak mengesankan keprofesionalan kita. Sedangkan untuk wanita Anda dapat mengunakan tengtop atau daster :D becanda.. aduh.. saya lupa nama bajunya, pokoknya yang wajar lah dan make-upnya juga jangan berlebihan, karena nanti akan menjadi penilaian yang buruk bagi Anda (ni orang mau kondangan atau mau cari kerja ya ?) seperti itulah kira-kira penilaiannya. Untuk bawahannya Anda dapat memakai celana panjang yang berbahan keper, atau sejenisnya. Disamping itu anda juga bisa memakai rok, tapi jangan terlalu pendek. (kalau terlalu pendek, jangankan interviewernya saya juga mau, hehehe)
      • Tepat waktu
      • Pelajari perusahaan itu sebelumnya
      • Jangan menjelekkan bos Anda terdahulu atau mantan bos Anda
      • Jangan katakan Anda berbohong harus ke dokter agar bisa datang untuk wawancara
      • Usahakan menunjukkan perilaku terbaik sebelum dan sesudah wawancara. Resepsionis dan sekretaris mungkin ikut memberikan kesan atau pendapat mereka tentang Anda.
      • Jangan menganggap pewawancara sudah membaca CV Anda.
      • Jaga respon atau jawaban singkat dan padat. Jangan bertele-tele atau basa basi.
      • Pastikan jawaban Anda mencerminkan kepribadian Anda yang sebenarnya agar tidak terkesan palsu.
      • Ajukan beberapa pertanyaan misalnya tentang pelatihan atau prospek promosi.
      • Berjabat tanganlah dengan pewancara secara profesional setelah wawancara berakhir (baca 6 teknik berjabat tangan secara profesional)
      Disamping persiapan diatas, ada hal lain yang Anda harus persiapkan, yaitu jawaban atas kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan oleh para interviewer. Nah, berikut ini merupakan gambaran pertanyaan yang sering ditanyakan oleh si pewancara yang dapat Anda persiapkan jawabannya pada posisi atau jabatan tertentu.

      Berikut contoh-contoh pertanyaan khusus dalan wawancara untuk bidang perbankan, informatika, teknik sipil, eloktronika, hubungan masyarakat dan lain-lain seperti dikutip dari laman ggkarir :

      1. Ceritakan, apa yang dimaksud dengan bank ?
      2. Sebutkan dan jelaskan produk-produk perbankan yang anda ketahui.
      3. Jelaskan perbedaan deposito dengan tabungan.